Hukum Tajwid Surat Al-Baqarah Ayat 156

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sebuah karunia yang luar biasa yang namanya kesehatan itu. Wajib untuk setiap muslim mensyukurinya selalu. Di tengah-tengah merebaknya pandemi Covid-19 kita bermohon dengan doa berlindung dari penyakit. Dengan kita banyak berdoa dan juga memaksimalkan menjaga kesehatan, insya Allah, kita tetap sehat. Perlu menjadi hal yang harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari yakni tetap membaca ayat-ayat Al-Quran.


Pada kali ini kami mengajak teman-teman untuk membaca Surat Al-Baqarah ayat 156. Tetapi, sebelum membaca ayat tersebut. Ada baiknya kita perlu mempelajari berbagai hukum tajwid yang ada di dalamnya. Satu per satu kita ketahui dan pahami. Caranya dengan menganalisisnya. Teman-teman tidak perlu menganalisisnya sendiri. Sebab kami telah menganalisisnya dan siap untuk menyajikannya untuk teman-teman. Silakan disimak berikut ini hasil analisisnya.

Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 156


Penjelasan lengkap dari nomor-nomor di atas yakni:

1. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).

2. Mad asli atau mad thabi'i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

3. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.

4. Mad asli atau mad thabi'i karena huruf shad berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

5. Idgham mislain karena huruf mim bersukun bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.

6. Mad asli atau mad thabi'i karena huruf shad berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

7. Disebut ta marbutah cara membacanya bila waqaf maka huruf ta berubah menjadi huruf ha yang diwaqaf.

8. Mad asli atau mad thabi'i karena huruf qaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

9. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.

10. Ada dua hukum di sini, pertama ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Kedua, mad asli atau mad thabi'i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

11. Tarqiq karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah lam berharakat kasrah. Cara membacanya tipis.

12. Ada dua hukum di sini, pertama ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Kedua, mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.

13. Mad lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.

14. Mad asli atau mad thabi'i karena huruf ra berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

15. Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.


Nah, begitulah hasil analisis hukum tajwidnya. Sekarang kita perlu menerapkannya di dalam bacaan. Supaya bacaan kita benar-benar bagus dan tartil tentunya. Menjadi tambahan informasi bahwa bacaan innalillahiwainnailaihirojiun atau istirja itu bersumber dari ayat ini. Demikian penjelasan dari hukum tajwid Surat Al-Baqarah ayat 156. Semoga menambah manfaat dan kebaikan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Tags :

Related : Hukum Tajwid Surat Al-Baqarah Ayat 156