Hukum Tajwid Al-Quran Surat An-Nur Ayat 1 Lengkap Dengan Penjelasannya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Saat ada kesempatan untuk menulis maka langsung kami pergunakan dengan sebaik-baiknya. Harapannya dengan melakukan hal itu, kami bisa berkontribusi untuk berbagi manfaat sebanyak-banyaknya. Seperti pada hari ini kami akan menuliskan analisis hukum tajwid Surat An-Nur ayat 1 lengkap dengan penjelasannya. Dengan tulisan kami tentang menganalisis tajwid ini, kami berharap para pembaca bisa mengambil manfaatnya. Mengapa demikian? Karena jika kita mengetahui ilmu tajwid ini maka kualitas bacaan Al-Quran akan menjadi bagus. Pembahasan kali ini untuk analisis tajwid dari sebuah ayat. Setidaknya, ketika kita sering membaca analisis tajwid maka kita akan semakin akrab dengan tajwid itu. Baiklah, kita langsung saja simak uraiannya di bawah ini.

Hukum Tajwid Surat An-Nur Ayat 1

Keterangan secara lengkap dari nomor-nomor tersebut yaitu :
1. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
2. Idzhar sebab huruf ta berharakat dhamah tanwin bertemu huruf hamzah. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
3. Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf zai. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf zai.
4. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
5. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Baca juga : Doa Turun Hujan Lengkap Latin dan Artinya.
6. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
7. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
8. Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf zai. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf zai.
9. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
10. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
11. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
12. Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Baca juga : Doa Ziarah Kubur Lengkap Latin dan Artinya.
13. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ya berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
14. Iqlab karena huruf ta berharakat kasrah tanwin bertemu huruf ba. Cara membacanya dengan tanwin berubah menjadi mim dan berdengung serta ditahan selama 3 harakat.
15. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
16. Idgham bilaghunnah karena huruf ta berharakat kasrah tanwin bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
17. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ta. Cara membacanya dengan jelas.
18. Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

Sangat rinci penjelasan dan analisis tajwid di atas. Kita tinggal membacanya dan mempraktekkannya dalam membaca Al-Quran. Praktek atau pengamalan dari sebuah ilmu ini sangatlah penting. Tidak hanya sekadar punya ilmunya saja. Dengan mengamalkan sebuah ilmu maka kita akan lebih banyak mendapatkan kebaikan. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Baca pula : Doa Keluar Rumah Lengkap Latin dan Artinya.

Tags :

Related : Hukum Tajwid Al-Quran Surat An-Nur Ayat 1 Lengkap Dengan Penjelasannya